Jumat, 31 Agustus 2012

JURNAL 2



Arch Orthop Trauma Surg (2010) 130:1515–1522

DOI 10.1007/s00402-010-1101-8
123
TRAUMA SURGERY
Necrotizing fasciitis of the extremities: 34 cases at a single centre
over the past 5 years
Henning Ryssel · G√ľnter Germann · Oliver Kloeters ·
Christian Andreas Radu · Matthias Reichenberger ·
Emre Gazyakan
Received: 3 November 2009 / Published online: 25 May 2010
© Springer-Verlag 2010
Abstract
Background Worldwide the incidence of necrotizing fasciitis
(NF) is on the rise. This rapidly progressive infection
is a true infectious disease emergency due to its high morbidity
and mortality. The mainstay of therapy is prompt
surgical debridement, intravenous antibiotics, and supportive
care with Xuid and electrolyte management. Because of
its high mortality rate, patients are increasingly referred to

JURNAL 1



presence of two features either at the time of presentation
or in the past should be considered diagnostic.
No specific treatment exists for YNS. The control of
lymphedema,respiratorymanifestations,orboth,leadsto
improvement of the nail changes (1,5). Several treatment
modalities have been tried with varying degree of success,
including high dose vitamin E, 1200 IU daily, itraconazole,
400 mg daily for 1 week, monthly, fluconazole,
300 mg weekly for 18 months, intralesional corticosteroids,
topical vitaminE, and zinc supplements (1,2,5). Our
patient demonstrated mild improvement on the combination
therapywith fluconazole and vitamin E. Given the
long-standing history before treatment initiation, it is
unlikely that improvement was coincidental; therefore, it
may beworth trying this combination in similar cases.
REFERENCES
1. Maldonado F, Ryu JH. Yellow nail syndrome. Curr Opin
Pulm Med 2009;15:371–375.

Tugas IDK 2


Tugas IDK 2
            

 Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan keterampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan dasar yang rumit dari manusia, yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi. Hal tersebut hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dalam ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. (Wikipedia, 2008). Definisi ini secara tersirat mensyaratkan pengetahuan luas, sikap profesional dan keterampilan khusus yang menunjukkan adanya hubungan antara profesi dengan dunia kerja dan pelatihan secara terus menerus setelah menyelesaikan pendidikan formalnya.

Keperawatan (khususnya di Indonesia) berkembang sebagai profesi yang tumbuh melalui perjalanan panjang, yang dimulai dari sebuah pekerjaan sosial menjadi vokasional, dan

TEORI DAN KONSEP HILDEGARD E. PEPLAU


TEORI DAN KONSEP HILDEGARD E. PEPLAU
HILDEGARD E. PEPLAU
Proses Keperawatan adalah sebuah proses interpersonal dan terapeutic. Tujuan dari keperawatan yaitu untuk mendidik klien dan keluarga serta untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian.
Pengertian Umum tentang Persepsi dan Profesi Keperawatan